Disclaimer
We do not offer, support, or condone any illicit services mentioned in this glossary. We also do not sell any data to illegal entities. These terms are provided solely for educational and awareness purposes to help businesses understand and prevent fraud.
Apa itu Serangan Brute Force?
Serangan brute force adalah jenis serangan siber di mana penyerang menggunakan alat otomatis untuk mencoba berbagai kombinasi kata sandi sampai yang benar ditemukan, mendapatkan akses tidak sah ke sistem dan akun.
Bagaimana Serangan Brute Force Terjadi?
- Alat Otomatis
- Menebak Kata Sandi: Penyerang menggunakan alat otomatis untuk mencoba berbagai kombinasi nama pengguna dan kata sandi.
- Serangan Kamus
- Kata Sandi Umum: Menggunakan daftar kata sandi yang umum digunakan untuk mempercepat proses menebak.
- Isian Kredensi
- KredenSIAL yang Digunakan Kembali: Menggunakan kombinasi nama pengguna dan kata sandi yang dicuri dari pelanggaran sebelumnya untuk mendapatkan akses.
- Serangan yang ditargetkan
- Pengguna Khusus: Berfokus pada target bernilai tinggi tertentu dengan menggunakan informasi pribadi untuk menebak kata sandi.
- Kurangnya Kebijakan Lockout Akun
- Upaya Tidak Terbatas: Mengeksploitasi sistem yang tidak mengunci akun setelah beberapa upaya login gagal.
Apa Dampak Serangan Brute Force pada Bisnis?
- Kerugian finansial
- Akses Tidak Sah: Kerugian finansial dari akses tidak sah ke sistem dan akun.
- Pelanggaran Data
- Informasi yang Dikompromikan: Paparan data sensitif karena serangan brute force yang berhasil.
- Kerusakan reputasi
- Erosi Kepercayaan: Kehilangan kepercayaan pelanggan karena pelanggaran dan insiden akses yang tidak sah.
- Peningkatan Biaya Keamanan
- Tindakan Mitigasi: Biaya yang terkait dengan penerapan langkah-langkah keamanan yang lebih kuat dan perlindungan akun.
- Gangguan operasional
- Gangguan Bisnis: Gangguan dalam operasi sambil mengatasi pelanggaran keamanan dan meningkatkan pertahanan.






