Penipuan E-commerce

Penipuan Triangulasi

Skema di mana penipu menggunakan informasi pembayaran curian. untuk melakukan pembelian yang sah dan mengirimkan barang kepada pembeli yang tidak menaruh curiga, menutupi aktivitas mereka dan mendapatkan keuntungan dari penjualan kembali barang.

Disclaimer

We do not offer, support, or condone any illicit services mentioned in this glossary. We also do not sell any data to illegal entities. These terms are provided solely for educational and awareness purposes to help businesses understand and prevent fraud.

Apa itu Penipuan Triangulasi?

Penipuan triangulasi adalah penipuan e-commerce yang melibatkan tiga pihak: penipu, korban (pemegang kartu), dan pembeli yang tidak curiga. Penipu mendirikan etalase online yang menawarkan barang diskon untuk menarik pembeli. Ketika pembeli melakukan pemesanan, penipu menggunakan kredentif pembayaran yang dicuri (misalnya, rincian kartu kredit) untuk membeli barang dari pengecer yang sah dan mengirimkannya langsung ke pembeli. Penipu menyimpan pembayaran pembeli sementara pemegang kartu dan pengecer menanggung konsekuensi dari penipuan.

Jenis penipuan ini sulit dideteksi karena pemegang kartu korban tidak menyadari sampai tuntutan penipuan muncul, dan pembeli sering percaya bahwa mereka terlibat dalam transaksi yang sah.

Bagaimana Cara Kerja Penipuan Triangulasi?

Proses Langkah-demi-Langkah

Langkah 1- Pengaturan Toko Online Palsu

  • Penipu menciptakan toko online yang menarik (sering di pasar atau media sosial) yang menawarkan produk populer dengan harga murah.

Langkah 2 - Penempatan Pesanan

  • Seorang pembeli melakukan pemesanan di situs penipu dan membayar penipu secara langsung.

Langkah 3- Penggunaan Pembayaran yang Dicuri

  • Penipu menggunakan informasi pembayaran yang dicuri untuk membeli produk dari pengecer yang sah.

Langkah 5 - Pemenuhan Pesanan

  • Pengecer yang sah mengirimkan barang langsung ke pembeli yang tidak menaruh curiga, menyelesaikan transaksi.

Langkah 6 - Pengumpulan Keuntungan

  • Penipu mengantongi pembayaran dari pembeli sementara pemegang kartu membantah transaksi yang tidak sah, meninggalkan pengecer untuk menangani tagihan balik.

Kasus Penggunaan

Skenario yang sah (Pencegahan dan Kesadaran)

  • Sistem Deteksi Penipuan: Pengecer menggunakan alat deteksi penipuan untuk memantau pola pembelian yang tidak biasa, seperti alamat penagihan dan pengiriman yang tidak cocok.
  • Pendidikan Pelanggan: Mendidik pembeli tentang risiko pembelian dari toko online yang tidak diverifikasi dengan harga yang sangat rendah.
  • Proses otentikasi: Memverifikasi validitas informasi pembayaran sebelum memproses pesanan untuk mencegah penipu menggunakan kartu curian.

Kasus Penggunaan Penipuan

  • Toko Palsu di Marketplace: Penipu mendirikan etalase palsu di pasar terkemuka agar tampak sah.
  • Penipuan Media Sosia: Penipu mengiklankan barang dengan diskon besar-besaran melalui iklan media sosial, memikat pembeli yang tidak menaruh curiga.
  • Penipuan Menjual Kembali: Penipu menjual kembali barang bernilai tinggi yang diperoleh melalui penipuan triangulasi di platform lain atau di pasar gelap.

Dampak pada Bisnis

Kerugian Finansial

  • Biaya Chargeback: Pengecer menghadapi tagihan balik ketika pemegang kartu membantah transaksi yang tidak sah, kehilangan barang dan pembayaran.
  • Biaya Operasional: Sumber daya dihabiskan untuk menyelidiki perintah penipuan dan menerapkan langkah-langkah anti-penipuan.

Kerusakan Reputasi

  • Ketidakpercayaan Pembeli: Pembeli yang tidak sadar menerima barang dari pengecer melalui cara penipuan dapat kehilangan kepercayaan pada pengecer jika penipuan terungkap.
  • Penyalahgunaan Merek: Penipu sering menyamar sebagai pengecer atau merek yang sah, merusak reputasi mereka.

Tantangan Operasional

  • Peningkatan Pengawasan: Pengecer harus meninjau transaksi yang mencurigakan, seperti transaksi dengan informasi penagihan dan pengiriman yang tidak cocok.
  • Ketegangan Dukungan Pelanggan: Bisnis harus menangani pertanyaan dan perselisihan dari pemegang kartu dan pembeli yang tidak curiga yang terperangkap dalam penipuan.

Bahaya Konsumen

  • Kerugian Pemegang Kartu: Pemegang kartu korban menghadapi biaya yang tidak sah dan harus membantah transaksi untuk memulihkan dana mereka.
  • Kerugian Pembeli: Pembeli dapat secara tidak sadar berpartisipasi dalam penipuan, mempertaruhkan pembayaran mereka jika penipuan itu terungkap.

Tips Pencegahan untuk Bisnis

  • Menerapkan sistem deteksi penipuan canggih untuk memantau anomali dalam rincian penagihan dan pengiriman.
  • Mendidik pelanggan tentang mengidentifikasi toko online palsu.
  • Memerlukan otentikasi multi-faktor untuk transaksi untuk memastikan penggunaan metode pembayaran yang sah.
  • Berkolaborasi dengan pemroses pembayaran untuk mendeteksi dan mencegah penggunaan kartu yang dicuri.