Memecah kartu adalah taktik penipuan di mana penyerang menguji kombinasi detail kartu yang dicuri, seperti nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan CVV, untuk mengidentifikasi kartu yang valid.
SOCMINT (Social Media Intelligence) adalah praktik mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data dari platform media sosial untuk mendapatkan wawasan untuk tujuan seperti keamanan, deteksi penipuan, dan analisis sentimen publik.
Scalping tiket mengacu pada praktik pembelian tiket acara dalam jumlah besar, sering menggunakan bot, dan menjualnya kembali dengan harga yang meningkat untuk mendapatkan keuntungan, sering melewati sistem tiket yang sah.
Serangan brute force melibatkan penggunaan alat otomatis untuk mencoba berbagai kombinasi kata sandi sampai yang benar ditemukan dan memungkinkan akses tidak sah.
Serangan Man-in-the-Middle (MitM) adalah serangan cyber di mana penyerang diam-diam mencegat dan menyampaikan pesan antara dua pihak.
Serangan bertopeng adalah pelanggaran keamanan siber di mana penyerang menyamar sebagai pengguna atau sistem yang sah untuk mendapatkan akses tidak sah ke sumber daya atau data.
Cross-Site Scripting (XSS) kerentanan keamanan web lazim yang memungkinkan penyerang menyuntikkan skrip berbahaya ke aplikasi web tepercaya.
Sumber Dana (SoF) mengacu pada asal aset keuangan yang digunakan dalam transaksi, biasanya diverifikasi untuk memastikan legalitas dan kepatuhan terhadap peraturan anti-pencucian uang (AML).
Arbitrase (Arbs/Arber) adalah praktik mengeksploitasi perbedaan harga di seluruh pasar atau platform untuk menghasilkan keuntungan bebas risiko, yang biasa terlihat dalam perdagangan keuangan, e-commerce, dan industri game. Meskipun beberapa bentuk arbitrase legal, praktik jahat atau berlebihan dapat mengganggu bisnis dan platform.

